Hantu Fall in Love
“Sudah lebih dari 3 bulan dia murung, maklum baru punya pacar langsung ditinggal mati, denger2 cowoknya mati karna penyakit darah tinggi gitu.... pas marah2 ke penjual tape tiba2 cowoknya kena’ Ayan terus tergeletak dijalan, minggir3 lalu masuk kubangan gamping dirumah tua gitu” kata Dira (temen Mayang),
“Nah terus, emang ga ditolong sama orang2 di situ Dir ?” tanya Reza ( TTS Dira)
“Nah terus, emang ga ditolong sama orang2 di situ Dir ?” tanya Reza ( TTS Dira)
“Katanya sih......., di situ kan rumah tua jadi jarang ada orang gitu, nah tuh tukang tape itu alumni tukang odong2 yang suka malakin bocah2 pas naik odong2, ya jelas ajah biar ga mau tanggung jawab, dia lari ...” jelas Dira,
“Lha sepedah tukang tape itu gimana ??” celetuk Reza
“Di gotong di pundak” balas Dira dengan muka kesal
“Di gotong di pundak” balas Dira dengan muka kesal
“digotong ? apa ga berat ya ? lalu tukang tape lari kemana ?”
“ke sana”
“kemana ?”
“jauh........”
“Ah.... lemot kamu Dir....., yaudah ku traktir makan ,mau ?”
“Ayok, ditraktir dimana ?”
“didepan sekolahan, beli BASRENG”
“Huh’.... Reza...., kalo itu aku ya bisa beli sendiri”
“Gak apa2, kan bisa romantis, bisa SEBASRENG berdua, kita carinya basreng rasa keju”
“Ah.... lemot kamu Dir....., yaudah ku traktir makan ,mau ?”
“Ayok, ditraktir dimana ?”
“didepan sekolahan, beli BASRENG”
“Huh’.... Reza...., kalo itu aku ya bisa beli sendiri”
“Gak apa2, kan bisa romantis, bisa SEBASRENG berdua, kita carinya basreng rasa keju”
“Kenapa ga sekalian aja trasi rasa keju” keluh Dira
**
Kring....... bel pulang berbunyi memekakkan telinga, pelan terlihat seorang gadis bermuka oriental namun misterius, Mayang namanya. Dia adalah gadis yang sedang menjadi buah bibir di sekolah itu, sudah 3 bulan ditinggal mati pacarnya, Mayang menjadi gadis yang pendiam nan murung. Selepas istirahat sering dia duduk dibelakang sekolah yang mitosnya pernah ada anak tercebur sumur di tempat itu, lalu warga berbondong bondong kerja bakti menimbun sumur itu yang kemudian dibangunlah Sekolah Bakti Bangsa, tempat Dira dan pacarnya bersekolah.
“Dit..., kamu tega ya...., kamu tinggalin aku..kamu....kamu....” curhat Dira pada selembar foto Adit,
**
Kring....... bel pulang berbunyi memekakkan telinga, pelan terlihat seorang gadis bermuka oriental namun misterius, Mayang namanya. Dia adalah gadis yang sedang menjadi buah bibir di sekolah itu, sudah 3 bulan ditinggal mati pacarnya, Mayang menjadi gadis yang pendiam nan murung. Selepas istirahat sering dia duduk dibelakang sekolah yang mitosnya pernah ada anak tercebur sumur di tempat itu, lalu warga berbondong bondong kerja bakti menimbun sumur itu yang kemudian dibangunlah Sekolah Bakti Bangsa, tempat Dira dan pacarnya bersekolah.
“Dit..., kamu tega ya...., kamu tinggalin aku..kamu....kamu....” curhat Dira pada selembar foto Adit,
“Kini...., Sasa,Ulfi,Liza, Ecca tinggalin aku, mereka lebih senang jalan sama pacar mereka dan makan di depan sekolahan, mereka suka beli basreng sama pacar mereka. Aku pengen Dit kaya’ mereka, tapi aku ga mau kalau beli basreng..., aku pengen makan sambal trasi secobek berdua Dit “ ratap Mayang dengan menangis,
Tak lama kemudian seperti ada bayangan putih disertai angin kencang berhembus menerpa wajahnya, “plak” suara daun berbentuk aneh menerpa mata.nya, sekarang mata Mayang terasa panas dan mulai memerah, tiba2 ada darah menetes tepat dikelopak matanya.
“heh, ngapain kamu disini ? ga takut sama hantu penunggu daerah ini ??” tanya seorang cowo’ yang tiba2 muncul,
“heh, ngapain kamu disini ? ga takut sama hantu penunggu daerah ini ??” tanya seorang cowo’ yang tiba2 muncul,
Mayang hanya menatap tajam cowo’ itu,
“Apa maksud.mu kemari ??” tanya Mayang
“kenapa kamu menatapku dengan begitu ? tangisanmu itu sia2 bagi orang mati”
“maksudmu apa hah ?”
“bego’ ya, bego’ banget sih......, dia itu sudah punya penggantimu di alam lain, kamu harus tau itu”
“ga usah BO, lagian lu tau darimana”
“BO ?”
“Banyak omong”
“udahlah... kalo ga percaya yaudah...., aku balik... kalo pengen ketemu aku usap aja matamu 7 kali” omong cowo’ itu sambil melambaikan tangan menjauhi Mayang
“kenapa dia bicara begitu ?? ada apa ini....,tunggu... saat dia melambaikan tangan ada suatu gambar yang tak asing di punngung telapak tangannya, tapi gambar apa ya..., aduh...Mayang....inget dong..., coba inget.....itu....itu....arggh............aku lupa..” keluhnya dalam hati,
***
“Ah.... buat apa aku pikir, 1 jam duduk mengingat , ahhhh “ teriak Mayang sambil memukulkan tangan di bangku tempatnya duduk,
Tiba2 kepalanya sakit dan dia melihat apa yang sebenarnya terjadi tadi, disitu dia dapat melihat jawaban apa yang dia ingin tahu, ya..., gambar itu adalah tanda bunga kamboja, tapi aneh... muka cowok itu tak bisa tampak jelas namun, semua di diri cowo’ itu seperti Adit, pacar Mayang.
Saat Mayang membuka matanya dan kembali seperti semula dia merasakan ada yang mengalir di pipi kanannya, Mayang mengusap dan melihat apa yang mengalir dipipinya, ternyata setetes darah segar....
Mayang mulai berdiri dan melihat sekelilingnya, kemudian dia memandang ke arah dimana ada gundukan pasir, Mayang mulai mendekati gundukan itu
“Jangan...............” terdengar suara Adit bermuka pucat
“Jangan...............” terdengar suara Adit bermuka pucat
Seketika Mayang menoleh kearah sumber suara,
“Adit... kamu kah itu Dit ??” tanya mayang terbata-bata,
“Adit... kamu kah itu Dit ??” tanya mayang terbata-bata,
Namun dia hanya mengangguk pelan serentak dengan air yang mulai mengalir melewati pipinya
“Ada apa Dit ??” bisik kecil mayang mulai terisak
“Jangan pernah mendekati ataupun menginjak gundukkan itu,percayalah.....”
“Apa maksudmu ??”
“Kamu akan mengerti pada saatnya nanti, jagalah dirimu...”
“dit... jangan pergi ..ADIIIIITTTTTTTTT.....” teriak Mayang mencegah bayangan itu menjauh,
“Ada apa Dit ??” bisik kecil mayang mulai terisak
“Jangan pernah mendekati ataupun menginjak gundukkan itu,percayalah.....”
“Apa maksudmu ??”
“Kamu akan mengerti pada saatnya nanti, jagalah dirimu...”
“dit... jangan pergi ..ADIIIIITTTTTTTTT.....” teriak Mayang mencegah bayangan itu menjauh,
““BLAK” suara tas Mayang terjatuh dari bahunya disusul tubuh yang jatuh dan tertunduk lemas,
“aahhhhh....” kepala mayang mendadak terasa pecah dengan mata yang terasa gelap dan panas,
ini adalah kejadian 18 tahun yang lalu, kejadian tepat tanggal 15 oktober 1989 sekitar pukul 14.02, seorang laki2 ditemukan telah mengapung di sumur tepat di belakang rumah tua, warga daerah sekitar menduga pemuda itu melakukan bunuh diri karna ditinggal nikah pacarnya.” Deb.... terasa tubuh Mayang tersentak, dia berfikir sepertinya tadi dia mengalami sesuatu, dia dapat mendengar dan melihat jelas apa yang dulunya terjadi sebelum berdiri sekolah Bakti Bangsa, kini dia merasa ada sesuatu mengalir di pipinya saat sesuatu itu menetes di tangan dia mulai menyadari jika yang mengalir itu adalah darah segar yang dulu juga pernah ia alami.
“aahhhhh....” kepala mayang mendadak terasa pecah dengan mata yang terasa gelap dan panas,
ini adalah kejadian 18 tahun yang lalu, kejadian tepat tanggal 15 oktober 1989 sekitar pukul 14.02, seorang laki2 ditemukan telah mengapung di sumur tepat di belakang rumah tua, warga daerah sekitar menduga pemuda itu melakukan bunuh diri karna ditinggal nikah pacarnya.” Deb.... terasa tubuh Mayang tersentak, dia berfikir sepertinya tadi dia mengalami sesuatu, dia dapat mendengar dan melihat jelas apa yang dulunya terjadi sebelum berdiri sekolah Bakti Bangsa, kini dia merasa ada sesuatu mengalir di pipinya saat sesuatu itu menetes di tangan dia mulai menyadari jika yang mengalir itu adalah darah segar yang dulu juga pernah ia alami.
Sabtu pagi sebuah benda berdering keras nyaris membuat dirinya jatuh dari tempat tidur, sejak kejadian di belakang sekolah hampir setiap menit kepalanya pusing, Mayang tertunduk lesu bayangan Adit masih teringat jelas
“Aku janji tak akan pernah melupakanmu, namun berjanjilah jika kau juga dapat mengingatku.Aku tak mengerti kenapa semua yang mustahil ini dapat ku ketahui seketika, jika ini adalah takdir dalam hidupku ku janji dapat menjadikannya untuk menolong orang lain”
Bersambung......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar